Kota GorontaloPendidikan

Dari PENAS XVII, Mentan Amran Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Ekoteologi di IAIN Gorontalo

114
×

Dari PENAS XVII, Mentan Amran Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Ekoteologi di IAIN Gorontalo

Sebarkan artikel ini

IdSulawesi.com, GORONTALO – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, melanjutkan kunjungannya ke IAIN Sultan Amai Gorontalo setelah menghadiri pembukaan Pekan Nasional Petani Nelayan XVII. Dalam kunjungan tersebut, Amran mengikuti agenda silaturahmi dan tausiyah swasembada pangan bersama civitas akademika kampus. Sabtu, (20/6/2026).

IAIN Sultan Amai Gorontalo mengangkat tema “Urgensi Hilirisasi dan Inovasi Terapan Berbasis Ekoteologi” dalam pertemuan itu. Amran menegaskan bahwa perguruan tinggi memegang peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Amran, sektor pertanian memerlukan langkah yang lebih maju daripada sekadar meningkatkan produksi. Ia mendorong penguatan hilirisasi agar setiap komoditas pertanian menghasilkan nilai tambah yang lebih besar dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pertanian tidak boleh berhenti pada produksi. Kita harus mengembangkan hilirisasi agar komoditas yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Amran juga mengajak kalangan akademisi untuk mengembangkan inovasi yang berpijak pada prinsip keberlanjutan. Menurutnya, pendekatan ekoteologi dapat mempertemukan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keagamaan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan dalam satu kerangka pembangunan pertanian yang berkelanjutan.Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, menyambut langsung kunjungan Menteri Pertanian bersama jajaran pimpinan kampus. Ia menilai kehadiran Amran memberikan semangat baru bagi kampus untuk memperluas kontribusi dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang pertanian.

Ahmad Faisal menegaskan komitmen kampus melalui tagline “IAIN Sultan Amai Gorontalo Menuju Kampus Hilirisasi Pertanian.” Menurutnya, tagline tersebut menunjukkan arah pengembangan kampus yang menghubungkan kajian keislaman dengan kebutuhan masyarakat melalui inovasi dan pemberdayaan berbasis riset.

“Kampus harus melahirkan gagasan dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami menempatkan hilirisasi pertanian sebagai salah satu fokus pengembangan institusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian,” katanya.

Kunjungan Amran ke IAIN Sultan Amai Gorontalo menjadi rangkaian agenda setelah pembukaan PENAS XVII di Gorontalo. Pertemuan itu mempertemukan pemerintah dan akademisi dalam satu forum yang membahas ketahanan pangan, inovasi terapan, serta penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.

Melalui forum tersebut, Kementerian Pertanian dan IAIN Sultan Amai Gorontalo membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan riset, pendampingan masyarakat, serta inovasi berbasis ekoteologi untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan Indonesia.