Terkini

Menjelang Musda VII, REI Gorontalo Menggalang Kekuatan: Dari Kuota KPR hingga Hunian Rakyat

30
×

Menjelang Musda VII, REI Gorontalo Menggalang Kekuatan: Dari Kuota KPR hingga Hunian Rakyat

Sebarkan artikel ini
Prosesi Sambutan Plt. Ketua DPD REI Gorontalo, Muh Arif Mone pada Malam Gala Dinner Pra MUSDA DPD REI Gorontalo (foto;aan/idsulawesi)

IdSulawesi.com, GORONTALO — Malam menjelang Musyawarah Daerah (Musda) VII Realestat Indonesia (REI) Gorontalo tak sekadar diisi jamuan makan malam. Di balik Gala Dinner yang mempertemukan pengembang, pemerintah daerah, perbankan, dan jajaran REI dari berbagai daerah, terselip satu agenda besar: mencari jalan agar kebutuhan hunian masyarakat Gorontalo dapat bergerak lebih cepat.

Gala Dinner menjadi ruang silaturahmi sebelum Musda VII REI Gorontalo yang digelar Selasa, 15 September 2026, di tempat yang sama. Sejumlah petinggi Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI dan perwakilan DPD REI dari berbagai provinsi hadir dalam pertemuan tersebut.

Foto Bersama Plt Ketua bersama peserta pra MUSDA DPD REI Gorontalo, (foto; aan/IdSulawesi)

Dari meja pertemuan itu, perbankan menjadi salah satu simpul penting. Perwakilan BTN, BRI, BNI, BSI, dan Bank Mandiri hadir sebagai mitra REI. Para pengurus DPC REI kabupaten dan kota se-Gorontalo juga turut hadir, bersama Pemerintah Kota Gorontalo yang diwakili Asisten I, Abdul Hafiz Daud.

Bagi REI Gorontalo, kehadiran lembaga pembiayaan tersebut membuka peluang untuk membicarakan persoalan yang selama ini menjadi salah satu kunci pertumbuhan sektor perumahan: ketersediaan kuota Kredit Pemilikan Rumah atau KPR.

Wakil Ketua Umum DPP REI sekaligus karateker Ketua DPD REI Gorontalo, H. Muh. Arief Mone, melihat pertemuan itu sebagai momentum untuk mendorong penambahan kuota KPR di Gorontalo.

“Dengan adanya bank mitra REI ini dan penambahan kuota KPR Gorontalo seperti yang diharapkan Ketua Kehormatan REI Gorontalo, Bapak Arifin jakani, dan juga harapan saya sendiri, akan mudah terwujud,” kata Arief.

Ia berharap komunikasi yang terbangun antara REI dan perbankan tidak berhenti dalam forum seremonial. Menurut dia, dukungan pembiayaan merupakan bagian penting dari upaya memperluas pasar sekaligus membuka akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah.

Di sisi lain, pemerintah daerah melihat persoalan perumahan bukan semata urusan bisnis properti. Pertumbuhan penduduk membuat kebutuhan hunian menjadi bagian dari agenda pembangunan perkotaan.

Asisten I Pemerintah Kota Gorontalo, Abdul Hafiz Daud, mengatakan REI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat.

Pertumbuhan penduduk Kota Gorontalo yang berada di kisaran 1,16 hingga 1,18 persen per tahun, kata dia, harus diikuti dengan ketersediaan hunian yang memadai.

“Laju pertumbuhan penduduk Kota Gorontalo saat ini mencapai sekitar 1,16 hingga 1,18 persen per tahun. Hal tersebut dapat dibarengi dengan perkembangan hunian rakyat Kota Gorontalo,” ujarnya.

Bagi pemerintah daerah, geliat sektor properti juga memiliki efek berantai. Pembangunan perumahan tidak hanya menghasilkan rumah, tetapi menggerakkan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi sekaligus berpotensi memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Perkembangan perumahan Kota Gorontalo memiliki peran strategis dalam upaya meningkatkan PAD, juga seiring dengan upaya penyerapan tenaga kerja, terutama dalam perkembangan usaha di bidang properti di Provinsi Gorontalo,” kata Abdul Hafiz.

Pertemuan malam itu pada akhirnya menjadi semacam pemanasan sebelum Musda VII REI Gorontalo. Forum utama yang berlangsung Selasa itu bukan hanya ditunggu untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi, tetapi juga untuk merumuskan agenda REI menghadapi kebutuhan perumahan yang terus berkembang.

REI Gorontalo dihadapkan pada pekerjaan yang lebih besar dari sekadar membangun unit rumah. Ada persoalan pembiayaan, pertumbuhan penduduk, keterjangkauan hunian, hingga kebutuhan memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan perbankan.

Musda VII diharapkan menjadi titik temu untuk merumuskan langkah tersebut. Kepemimpinan baru nantinya dituntut bukan hanya menjaga keberlangsungan organisasi, tetapi juga mampu membawa REI menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan hunian masyarakat Gorontalo.