Terkini

Prabowo dan Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir di Puncak PENAS XVII Gorontalo

59
×

Prabowo dan Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir di Puncak PENAS XVII Gorontalo

Sebarkan artikel ini

IdSulawesi.com, Gorontalo – Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Provinsi Gorontalo diperkirakan menjadi salah satu agenda nasional terbesar tahun ini. Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri acara puncak yang akan berlangsung pada 24 Juni 2026.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan hingga saat ini jadwal kunjungan Presiden masih berjalan sesuai rencana. Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama panitia terus mematangkan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan Presiden dan para tamu negara lainnya.

“Insyaallah sampai saat ini jadwal masih sesuai rencana. Kita menunggu kepastian final dari protokol Istana, namun seluruh persiapan di lapangan sudah kita maksimalkan,” ujar Gusnar saat meninjau arena pameran PENAS XVII, Minggu (21/6/2026).

Menurut Gusnar, Presiden Prabowo dijadwalkan tiba di Gorontalo sehari sebelum acara puncak dan akan bermalam di daerah tersebut sebelum menghadiri rangkaian kegiatan PENAS XVII.

Selain Presiden, sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara juga masuk dalam daftar tamu yang akan hadir. Di antaranya Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, Wakil Menteri Pertanian, serta Wakil Menteri Kehutanan.

Kehadiran para pejabat pusat tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian dan perikanan nasional. PENAS XVII sendiri menjadi ajang pertemuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, inovasi, serta teknologi terbaru di bidang pertanian dan kelautan.

Sejumlah kepala daerah dari berbagai provinsi juga memastikan kehadiran mereka di Gorontalo, termasuk Gubernur Sulawesi Selatan dan Gubernur Maluku.

Dengan kehadiran Presiden dan jajaran pemerintah pusat, PENAS XVII tidak hanya menjadi ajang silaturahmi petani dan nelayan nasional, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia.