IdSulawesi.com, BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol mengambil langkah tegas menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa siswa SD dan SMP di Kecamatan Bunobogu pada Rabu (28/01) kemarin.
Dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Kamis (29/01), Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Buol, Moh. Yamin, menginstruksikan penguatan standar prosedur operasional (SOP) secara menyeluruh.
Sebagai langkah evaluasi total, operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Bunobogu resmi dinyatakan masuk masa cooling down atau penghentian sementara.
“Untuk SPPG di Bunobogu, sementara waktu kita cooling down dulu. Kita hentikan pelaksanaannya sambil menjalin komunikasi dan sosialisasi lagi kepada masyarakat. Ini komitmen kita, tidak boleh lagi ada kejadian seperti ini,” tegas Moh. Yamin kepada media ini, usai rakor yang dibuka langsung oleh Bupati Buol Risharyudi Triwibowo tersebut.
Pengetatan Pengawasan dari Hulu ke Hilir
Moh. Yamin menekankan bahwa ke depannya, pengawasan pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilakukan lebih ketat.
Ia memperingatkan seluruh pihak terlibat agar tidak ada sedikitpun kelengahan, terutama pada aspek bahan baku dan manajemen waktu.
“Saya sudah sampaikan, jangan ada kelengahan pada bahan baku. Jam berapa dimasak, jam berapa didistribusi, ini harus betul-betul diikuti, jangan dilanggar SOP itu. Makanannya akan betul-betul disortir lagi sesuai standar yang ada,” jelasnya dengan nada tegas.
Menunggu Hasil Uji Laboratorium
Terkait penyebab pasti insiden tersebut, Pemkab Buol telah mengirimkan sampel makanan ke laboratorium di tingkat provinsi. Moh. Yamin meminta semua pihak untuk bersabar dan tidak mengeluarkan spekulasi liar sebelum ada hasil resmi.
“Sampel makanan sudah kita kirim ke provinsi, kita tinggal menunggu hasil untuk memastikan kondisi makanan tersebut. Saya imbau masyarakat tetap tenang, mari ambil hikmahnya. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tambahnya.
Kondisi Pasien Membaik
Di sisi lain, Sekda mengapresiasi kecepatan tim medis dalam menangani para siswa. Seluruh korban yang sebelumnya dirawat di Puskesmas Bunobogu, RSUD Mokoyurli, dan RS Pratama Gadung kini sebagian besar telah diperbolehkan pulang.
Rapat Koordinasi ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Buol Moh. Nasir Dj. Daimaroto, unsur Polri, Koordinator SPPG Kabupaten Buol, Tim Satgas MBG, serta para Kepala Sekolah dari wilayah terdampak guna memastikan koordinasi penanganan berjalan satu pintu.
Red











